Tuesday, November 22, 2016

Tugas 2 Etika Profesi Akuntansi #



FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT

Latar Belakang
Pada era globalisasi saat ini banyak sekali terjadi kasus-kasus hukum yang melibatkan manipulasi akuntansi. Skandal manipulasi akuntansi ini melibatkan sejumlah perusahaan besar di Amerika seperti Enron, Tyco, Global Crossing, dan Worldcom maupun beberapa perusahaan besar di Indonesia seperti Kimia Farma dan Bank Lippo yang dahulunya mempunyai kualitas audit yang tinggi. Kasus seperti ini melibatkan banyak pihak dan berdampak cukup luas. Keterlibatan Chief Executive Officer (CEO), komisaris, komite audit, internal auditor, sampai kepada eksternal auditor salah satunya dialami oleh Enron, cukup membuktikan bahwa kecurangan banyak dilakukan oleh orang-orang dalam. Terungkapnya skandal-skandal sejenis ini menyebabkan merosotnya kepercayaan masyarakat khususnya masyarakat keuangan, yang salah satunya ditandai dengan turunnya harga saham secara drastis dari perusahaan yang terkena kasus.

Selain dari pihak perusahaan, eksternal auditor juga harus turut bertanggung jawab terhadap merebaknya kasus-kasus manipulasi akuntansi seperti ini. Posisi akuntan publik sebagai pihak independen yang memberikan opini kewajaran terhadap laporan keuangan serta profesi auditor yang merupakan profesi kepercayaan masyarakat juga mulai banyak dipertanyakan apalagi setelah didukung oleh bukti semakin meningkatnya tuntutan hukum terhadap kantor akuntan. Padahal profesi akuntan mempunyai peranan penting dalam penyediaan informasi keuangan yang handal bagi pemerintah, investor, kreditor, pemegang saham, karyawan, debitur, juga bagi masyarakat dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Dalam melaksanakan tugasnya, auditor memerlukan kepercayaan terhadap kualitas jasa yang diberikan pada pengguna. Penting bagi pemakai laporan keuangan untuk memandang Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai pihak yang independen dan kompeten, karena akan mempengaruhi berharga atau tidaknya jasa yang telah diberikan oleh KAP kepada pemakai. Jika pemakai merasa KAP memberikan jasa yang berguna dan berharga, maka nilai audit atau kualitas audit juga meningkat, sehingga KAP dituntut untuk bertindak dengan profesionalisme tinggi.

Selain beberapa faktor di atas, faktor akuntabilitas dan etika profesional juga dapat berpengaruh terhadap kualitas hasil audit. Andre Ruchiyat (2008:64) mendefinisikan akuntabilitas sebagai suatu keadaan yang dapat dipertanggungjawabkan, bertanggungjawab, dan akuntable. Djuni Farhan (2009:11) Akuntan publik dalam melaksanakan tugas profesinya, dibatasi oleh seperangkat aturan dan standar, berupa kode etik. Standar moral dan etika tersebut tidak hanya mengatur bagaimana ia bertindak, bersikap dan mentaati standar/norma, atau bukan hanya mengatur yang “boleh” dan “tidak boleh” saja, tetapi pada tatanan “salah” dan “benar” dengan parameter atau ukuran etika profesi, dan secara moral dibenarkan. 

                                 Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Tujuannya adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subjek yang diteliti (Indriantoro dan Supomo, 2002 : 26 & 29). Menurut Uma Sekaran (2006:121), populasi adalah keseluruhan kelompok orang, kejadian atau hal minat yang ingin peneliti investigasi.
Dalam penelitian ini peneliti melakukan survey untuk mendapatkan data primer. Data primer diperoleh dengan cara memberikan kuesioner secara langsung kepada responden yang bersangkutan, serta memberikan penjelasan secara singkat sebelum responden menjawab pertanyaan dalam kuesioner. Responden yang diminta kesediaan untuk mengisi kuesioner adalah auditor independen di sepuluh Kantor Akuntan Publik di Jakarta Barat.

Operasionalisasi Variabel Penelitian

Variabel Independen (X)

Variabel independen adalah variabel yang dianggap berpengaruh terhadap variabel yang lain. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari variabel independensi, pengalaman, due profesional care, akuntabilitas dan etika.

Variabel Dependen (Y)

Variabel dependen adalah variabel yang tergantung atau dapat dipengaruhi oleh variabel lain. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas audit (Y). Standar Umum dalam Standar Akuntansi menyatakan bahwa : Pertama, audit dilakukan oleh seorang atau lebih yang mempunyai keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor; Kedua, Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi sikap mental harus dipertahankan oleh seorang auditor; Ketiga, Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya seorang auditor harus menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama. Berdasarkan hal tersebut di atas, penelitian ini menggunakan pertanyaan sebagai indikator sebagai berikut :
(1) independensi, (2) pengalaman auditor, (3) skeptisme profesional, (4) tanggung jawab auditor, (5) etika auditor.

Semua item pertanyaan diukur pada skala Likert (Licert Scale) 1 sampai 5. Menurut Nazir M. (2005) skala likert (licert scale) adalah sebuah skala untuk mengukur sikap masyarakat. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban setiap item instrumen dalam penelitian ini mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yaitu : Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). 

Sumber Data
Dalam penelitian ini peneliti melakukan survey untuk mendapatkan data primer, yaitu dengan cara mengirimkan kuesioner secara langsung kepada responden yang bersangkutan, serta memperikan penjelasan secara singkat sebelum responden menjawab pertanyaan dalam kuesioner. Responden diminta kesediaan untuk mengisi kuesioner adalah auditor independen beberapa perusahaan Kantor Akuntan Publik di Jakarta Barat tahun 2011.

Sampel
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara Simple Random Sampling, yaitu pemilihan sampel secara acak sederhana yang memberikan kesempatan yang sama dan tak terbatas pada setiap anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel (Indriantoro dan Supomo, 2002 :124). Penentuan sampel dalam penelitian ini disesuaikan dengan jumlah auditor pada masing-masing Kantor Akuntan Publik di Wilayah Jakarta Barat.

Teknik Pengumpulan Data
Data yang dipergunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu : (1) Data primer, merupakan data yang dikumpulkan atau berhubungan langsung dengan penelitian yang sedang dilakukan; (2) Data sekunder, merupakan data yang dijadikan sebagai pendukung data primer. Data ini diperoleh melalui literatur yang dimaksudkan untuk memperoleh landasan teoritis.

Dalam rangka memperoleh, mengumpulkan dan menyusun data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : (1) Penelitian Lapangan (Field Research), adalah peninjauan langsung pada auditor independen yang dijadikan sampel untuk memperoleh data primer. Data primer ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, yaitu memperoleh data dengan menggunakan daftar pernyataan mengenai independensi, pengalaman, due profesional care, akuntabilitas, etika, dan kualitas audit; (2) Penelitian Kepustakaan (Library Research), penggunaan studi kepustakaan adalah untuk memperoleh data sekunder yang berguna sebagai pedoman teoritis pada saat penelitian lapangan, dan untuk mendukung serta menganalisis data. Daftar kepustakaan diperoleh dari buku-buku wajib, jurnal ilmiah dan buku-buku pelengkap yang akan digunakan dalam pembahasan dan hasil pada bab selanjutnya.

Dalam penelitian ini data diperoleh dengan cara langsung mendatangi responden serta menggunakan metode kuesioner, merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Untuk memperoleh data, kuesioner disebarkan kepada para responden, dengan tujuan untuk memperoleh informasi mengenai suatu masalah. Dengan demikian, kesungguhan responden dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian.

Uji Validitas
Sebuah item atau pernyataan dikatakan valid jika mempunyai dukungan kuat terhadap skor total. Dengan kata lain item pernyataan dikatakan mempunyai validitas tinggi jika terdapat skor kesejajaran (korelasi tinggi) terhadap skor total item.
Bagian dari uji validitas yang dipakai dalam penelitian ini adalah melalui analisis butir-butir, dimana untuk menguji setiap butir maka skor total valid tidaknya suatu item dapat diketahui dengan membandingkan antara angka r- hitung (nilai dari Corrected Item-Total Correlation) dan angka dari r-tabel. Suatu item dikatakan valid jika memiliki angka r – hitung (nilai dari Corrected Item-Total Correlation) > r-tabel.

Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan lebih dari dua kali terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukuran yang sama. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban responden terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.

Uji reliabilitas (keandalan) dilakukan dengan teknik Alpha. Realibilitas suatu pertanyaan dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha > dari 0,60 (Uma Sekaran 2003:311).
Untuk menguji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini digunakan koefisien reliability alpha cronbach dengan menggunakan SPSS. Jika nilai Alpha > 0,06 maka kuesioner dapat dikatakan memenuhi konsep reliabilitas, sedangkan jika nilai alpha < 0,06 maka tidak reliabilitas sehingga atas pernyataan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai alat ukur penelitian.

Analisis Regresi
Dalam analisis ini dapat dilihat bagaimana variabel bebas, yaitu independensi (X1), pengalaman (X2), due profesional care (X3), akuntabilitas (X4), dan etika (X5) mempengaruhi (secara positif atau negatif) variabel terikat, yaitu kualitas audit (Y). Bentuk matematisnya adalah sebagai berikut (Duwi Priyatno, 2009:47) :  
   Y = b0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + e
Dimana :
           Y      = Kualitas Audit
           b0    = konstata
           b1    = koefisien regresi variabel independensi


b2
= koefisien regresi variabel pengalaman
b3
= koefisien regresi variabel due profesional care
b4
= koefisien regresi variabel akuntabilitas
b5
= koefisien regresi variabel etika auditor
X1
= Independensi
X2
= Pengalaman
X3
= Due Profesional Care
X4
= Akuntabilitas
X5
= Etika Auditor
e
= Error

Pengujian secara parsial

Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat (Ghozali, 2005). Pengujian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas (independensi, pengalaman, due profesional care, akuntabilitas dan etika auditor terhadap variabel terikat (kualitas audit) secara terpisah atau parsial.

Hipotesa yang akan digunakan dalam pengujian ini adalah :
 H0 : β0 = 0,    variabel-variabel bebas (independensi, pengalaman, due profesional care, akuntabilitas
dan etika auditor ) tidak berpengaruh terhadap variabel terikat (kualitas audit) variabel-variabel bebas (independensi pengalaman, due profesional care, akuntabilitas dan etika auditor ) berpengaruh terhadap variabel terikat (kualitas audit)
H1 : β1 ≠ 0 ,


Pengujian secara parsial (terpisah) dapat dilihat dari hasil output dalam table Coefficients. Hipotesa yang diuji dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi, apabila angka probabilitas signifikansi > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Apabila angka probabilitas signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima

Pengujian secara simultan
Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini pengujian hipotesis secara simultan dimaksudkan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas (independensi, pengalaman, due profesional care, akuntabilitas dan etika auditor) terhadap variabel terikatnya (kualitas audit).

Hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
H0123456=0, maka variabel-variabel bebas (independensi, pengalaman, due profesional care, akuntabilitas dan etika auditor) tidak berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya (kualitas audit)
H0123456≠0, maka variabel-variabel bebas (independensi, pengalaman, due profesional care, akuntabilitas dan etika) berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya (kualitas audit)

Pengujian yang dilakukan secara simultan (keseluruhan) dapat dilihat dari hasil output dalam tabel Anova. Hipotesa yang diuji dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikan, apabila probabilitas signifikansi > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak, apabila probabilitas signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Jika signifikan, maka hipotesis ANOVA dapat diterima bahwa semua variabel bebas (independen, pengalaman, due profesional care, akuntabilitas dan etika auditor) layak untuk menjelaskan variabel terikat (kualitas audit) yang dianalisis.

Kerangka Pemikiran

Menurut Uma Sekaran (2006:127), kerangka teoritis merupakan fondasi dimana seluruh proyek penelitian didasarkan. Kerangka teoritis adalah jaringan asosiasi yang disusun, dielaborasi secara logis antar variabel yang dianggap relevan pada situasi masalah dan diidentifikasi melalui proses seperti wawancara, pengamatan, dan survei literatur.

Konflik kepentingan yang terjadi antara manajemen dengan pemakai laporan keuangan mengharuskan adanya penengah diantara keduanya. Auditor independen diharapkan mampu menjadi penengah untuk melakukan audit atas laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen. Pengguna laporan keuangan sangat bergantung kepada pendapat (opini) auditor independen untuk mengambil keputusan ekonomi. Untuk itu auditor dituntut untuk bertindak dengan profesionalisme yang tinggi sehingga menghasilkan suatu hasil audit yang berkualitas.

Auditor independen menawarkan berbagai tingkat kualitas audit untuk merespon adanya variasi permintaan klien terhadap kualitas audit. Auditor independen dalam melakukan audit atas laporan keuangan harus memiliki rasa independensi, pengalaman, due profesional care, kebertanggungjawaban (akuntabilitas) dan etika tinggi agar hasil auditnya dapat diandalkan atau berkualitas.

Standar Auditing Seksi 220 (SPAP : 2011) menyebutkan bahwa indpenden bagi seorang akuntan publik artinya tidak mudah dipengaruhi karena ia melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum.
Asih (2006 : 12) mengatakan bahwa pengalaman merupakan suatu proses pembelajaran dan penambahan perkembangan potensi bertingkah laku baik dari pendidikan formal maupun non formal atau bisa juga diartikan sebagai suatu proses yang membawa seseorang kepada suatu pola tingkah laku yang lebih tinggi.
Due profesional care memiliki arti kemahiran professional care memiliki arti kemahiran profesional yang cermat dan seksama. Menurut Standar Auditing No. 4 SPAP (2011), kecermatan dan keseksamaan dalam penggunaan kemahiran profesionalnya menuntut auditor untuk melaksanakan skeptisme profesional, yaitu sikap auditor yang berpikir kritis terhadap bukti audit dengan selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi terhadap bukti audit tersebut.

Diani Mardisar dan Ria Nelly Sari (2007) mendefinisikan akuntabilitas sebagai bentuk dorongan psikologi yang membuat sesorang berusaha mempertanggungjawabkan semua tindakan dan keputusan yang diambil kepada lingkungannnya.

Djuni Farhan (2009 : 4), Akuntan publik dalam melaksanakan tugas profesinya, dibatasi oleh seperangkat aturan dan standar, berupa kode etik. Standar moral dan etika tersebut tidak hanya mengatur bagaimana ia bertindak, bersikap dan mentaati standar/norma, atau bukan hanya mengatur yang “boleh” dan “tidak boleh” saja, tetapi pada tatanan “salah” dan “benar” dengan parameter atau ukuran etika profesi, dan secara moral dibenarkan.

Dari penjelasan di atas dapat diasumsikan, jika dalam diri auditor ditanamkan rasa independensi, pengalaman, due profesional care, kebertanggungjawaban (akuntabilitas) dengan diiringi etika auditor maka audit yang akan dihasilkan semakin berkualitas 

Hipotesa
Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diuraikan, maka hipotesa yang disajikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
H1
= Independensi berpengaruh terhadap kualitas audit
H2
= Pengalaman auditor berpengaruh terhadap kualitas audit
H3
= Due Profesional Care berpengaruh terhadap kualitas audit
H4
= Akuntabilitas berpengaruh terhadap kualitas audit
H5
= Etika auditor berpengaruh terhadap kualitas auditor
H6
= Independensi,  Pengalaman,  Due  Profesional  Care,  Akuntabilitas  dan  Etika  auditor

berpengaruh terhadap kualitas audit

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa hipotesis 1, 2, 3, 4 dan 5 diterima yaitu bahwa independensi, pengalaman kerja, due professional care, akuntabilitas dan etika auditor berpengaruh terhadap kualitas audit. Dengan demikian, semakin independensi auditor, semakin banyak pengalaman kerja, semakin banyak pengetahuan, semakin tinggi tingkat akuntabilitas, dan semakin beretika seorang auditor maka semakin baik hasil kualitas audit yang dilakukan.

Dari hasil perhitungan uji nilai F dapat diambil kesimpulan bahwa secara serentak, seluruh variable independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit dengan kemampuan menjelaskan terhadap variable dependen sebesar 98,1%. Hal ini berarti masih terdapat variable-variabel independen lainnya yang dapat menjelaskan variable kualitas audit yaitu sebesar 1,9%. Variabel independensi, due profesional care, akuntabilitas dan etika sangat dominan berpengaruh terhadap kualitas audit

Penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan bagi peneliti yang akan dating, yaitu sebagai berikut :
a.    Ruang lingkup penelitian hanya auditor di wilayah Jakarta Barat
b.   Masih terdapat variable independen lain yang mempengaruhi variasi dalam variable kualitas audit yang belum tergali pada penelitian ini
Saran-saran yang  dapat   disampaikan oleh   penulis  sebagai  hasil  dari   penelitian,  pembahasan,
kesimpulan serta keterbatasan di atas adalah :
a.    Memperbesar jumlah sampel penelitian
b.   Memperluas lokasi penelitian
c.    Melakukan pengujian lebih lanjut terhadap variable dengan memasukkan variable lain yang mempengaruhi kualitas audit


Sumber : 
      http://portal.kopertis3.or.id/bitstream/123456789/1564/1/Analisis%20Faktor-faktor%20yang%20mempengaruhi%20Kualitas%20Audit.pdf

No comments:

Post a Comment