Tuesday, May 20, 2014

Tugas 6 Perekoin



Hedging adalah strategi trading untuk "membatasi" atau "melindungi" dana trader dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan. Hedging memberi kesempatan bagi trader untuk melindungi diri dari kemungkinan rugi (loss) meski ia tengah melakukan transaksi. Caranya adalah dengan memperkecil risiko merugi ketika pergerakan nilai tukar mata uang tidak memungkinkan trader meraih profit.

Revaluasi adalah meningkatnya nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi, maka pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil. Istilah revaluasi lebih sering dikaitkan dengan meningkatnya nilai uang suatu negara terhadap nilai mata uang asing. Revaluasi juga merujuk kepada kebijakan pemerintah.

Devaluasi adalah menurunnya nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi, biasanya pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil. Istilah devaluasi lebih sering dikaitkan dengan menurunnya nilai uang satu negara terhadap nilai mata uang asing. Devaluasi juga merujuk kepada kebijakan pemerintah.

Embargo adalah upaya untuk meniadakan barang-barang negara lain dengan melarang perusahaan dalam negeri untuk mengadakan transaksi dengan organisasi-organisasi dagang negara yang dikenakan embargo. Embargo dapat membatasi impor, atau ekspor, atau keduanya. Secara rasional embargo adalah hukuman politik untuk suatu negara. Istilah embargo kadang-kadang disalahgunakan untuk diterapkan ke boikot, yang umumnya merupakan gerakan missal untuk berhenti membeli dari sebuah bisnis, juga sebagai alat hukuman.

Pendapatan nasional (National Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Neraca perdagangan atau neraca ekspor-impor adalah perbedaan antara nilai ekspor dan impor suatu negara pada periode tertentu, diukur menggunakan mata uang yang berlaku.[1] Neraca positif artinya terjadi surplus perdagangan jika nilai ekspor lebih tinggi dari impor, dan sebaliknya untuk neraca negatif. Neraca pedagangan seringkali dibagi berdasarkan sektor barang dan sektor jasa.

Kuota impor merupakan salah satu kebijaksanaan non tarif (non tariff barriers), yaitu kebijakan perdagangan selain bea masuk yang dapat menimbulkan distorsi, sehingga mengurangi potensi manfaat perdagangan intyernasional. Kuota impor itu sendiri diarti-kan sebagai tindakan sepihak yang dilakukan secara sepihak dengan jalan menentukan batas maksimum jumlah barang yang boleh diimpor selama jangka waktu tertentu.

kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor,agar  negara pengekspor dapat memperoleh harga yang lebih tinggi.


Laju Pertumbuhan Penduduk > Pertumbuhan Ekonomi

Laju pertumbuhan penduduk khususnya di negara berkembang mengalami percepatan dalam waktu 10 tahun terakhir ketimbang pertumbuhan ekonomi tersebut dengan waktu yang sama. Pertumbuhan pendapatan nasional pun cukup rendah dikarenakan banyaknya penduduk usia produktif tetapi kekurangnya lapangan kerja yang menyebabkan pendapatan perkapita juga rendah dan dampaknya banyak usia produktif yang menganggur tidak mempunyai pekerjaan tetap maupun kontrak (outsourcing). Efek dari pertumbuhan penduduk yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi dapat naiknya polusi dan kemacetan di kota-kota besar contohnya DKI Jakarta sebagai ibukota negara Republik Indonesia mempunyai kepadatan penduduk yang sangat padat dari di provinsi lain di Indonesia.


Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan

Kemiskinan Absolut adalah kemiskinan yang mengacu pada perhitungan pada satu standar yang konsisten dan standarnya minimum serta tidak dipengaruhi dari tempat maupun negaranya.
Contoh:
-   Penduduk yang hidup sekitar dibawah USD $1 perhari merupakan masuk dalam kategori kemiskinan absolut.
-    Kalori yang dibutuhkan seseorang untuk sehari membutuhkan sekitar 1500-2100 kalori jika kurang dari 1500 itu termasuk kemiskinan absolut.

Kemiskinan Relatif adalah kemiskinan yang dilihat dari tingkat kemakmuran secara umum dan presentase penduduk dibawah garis kemiskianan dari keseluruhan penduduk.
Contoh:
-   Dalam suatu daerah diperkotaan terdapat populasi penduduk termiskin dari yang lain sebesar 6-10%.
-   Kesejahteraan ekonomi penduduk Indonesia dengan Timor Leste berkisar 0,5 hingga 0,7 (dalam Koefisien Gini).



Sumber :

economy.okezone.com (hedging)
http://id.wikipedia.org/wiki/Revaluasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Devaluasi
id.answers.yahoo.com (embargo)
http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional
http://id.wikipedia.org/wiki/Neraca_perdagangan
www.ut.ac.id (kuota impor)
http://fidiyaku.blogspot.com
http://pandubudimulya.wordpress.com


Monday, May 12, 2014

Tugas 5 Perekoin



1.  Jika peredaran uang di Indonesia dianggap dapat memicu timbulkan INFLASI maka Bank Indonesia  sebagai pelaksana Kebijakan Moneter adalah melakukan tindakan apa saja? 

Tujuan akhir kebijakan moneter adalah menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang salah satunya tercermin dari tingkat inflasi yang rendah dan stabil.  Untuk mencapai tujuan itu Bank Indonesia menetapkan suku bunga kebijakan BI Rate sebagai instrumen kebijakan utama untuk mempengaruhi aktivitas kegiatan perekonomian dengan tujuan akhir pencapaian inflasi.  Namun jalur atau transmisi dari keputusan BI rate sampai dengan pencapaian sasaran inflasi tersebut sangat kompleks dan memerlukan waktu (time lag). Hal-hal yang dilakukan Bi bila terjadi INFLASI:

           • Politik diskoto (Politik uang ketat): bank menaikkan suku bunga sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.Kebijakan diskonto dilakukan dengan menaikkan tingkat bunga sehingga mengurangi keinginan badan-badan pemberi kredit untuk mengeluarkan pinjaman guna memenuhi permintaan pinjaman dari masyarakat. Akibatnya, jumlah kredit yang dikeluarkan oleh badan-badan kredit akan berkurang, yang pada akhirnya mengurangi tekanan inflasi.

• Politik pasar terbuka: bank sentral menjual obligasi atau surat berharga ke pasar modal untuk menyerap uang dari masyarakat dan dengan menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga jumlah uang beredar dapat dikurangi dan laju inflasi dapat lebih rendah.Operasi pasar terbuka (open market operation), biasa disebut dengan kebijakan uang ketat (tight money policy), dilakukan dengan menjual surat-surat berharga, seperti obligasi negara, kepada masyarakat dan bank-bank. Akibatnya, jumlah uang beredar di masyarakat dan pemberian kredit oleh badan-badan kredit (bank) berkurang, yang pada akhirnya dapat mengurangi tekanan inflasi.

• Peningkatan cash ratio:Kebijakan persediaan kas artinya cadangan yang diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank umum yang besarnya tergantung kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan jalan menaikan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang. Menaikkan cadangan uang kas yang ada di bank sehingga jumlah uang bank yang dapat dipinjamkan kepada debitur/masyarakat menjadi berkurang. Hal ini berarti dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.

2. Jika Inflasi yang terjadi karna naiknya biaya poduksi kurang diharapkan dalam perekonomian indonesia

Inflasi karena biaya produksi atau cost push inflation terjadi disebabkan adanya dorongan kenaikan biaya dari faktor-faktor produksi secara terus menerus dalam waktu tertentu. Dan inflasi ini terjadi dari biaya faktor produksi.  Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran.
Contoh dari inflasi kenaikan biaya produksi:
-          Saat perekonomian sedang naik tetapi jumlah pengangguran sedang turun dalam tingkat rendah, dan persediaan tenaga kerja sangat rendah karena permintaan itu perusahaan memberi upah yang lebih tinggi dan mencari karyawan baru dengan tawaran tersebut. Dan akhirnya harga produk lebih tinggi dari sebelumnya.
-          Turunnya mata uang domestik dengan mata uang asing membuat bahan baku dari luar negeri ketika masuk ke dalam negeri menjadi mahal dari sebelumnya khususnya dari negara yang sudah kerja sama perdagangan antar negara.

3. 4 Faktor utama yang menyebabkan timbulnya perdagangan internasional 

Kebutuhan suatu negara tidak lepas dari negara lain yang ada didunia untuk melengkapi kebutuhan dalam negeri, suatu negara akan melakukan perdagangan keluar negeri karena tidak semua memiliki kebutuhan yang sama satu dengan yang lainnya. Dan untuk itu setiap negara pasti akan mengekspor atau mengimpor barang untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.
Berikut adalah 4 faktor utama Perdagangan Internasional:
  1. Perbedaan Sumber Daya Alam. Faktor yang paling utama terjadinya perdagangan nasional adalah perbedaan kemampuan alam suatu negara satu dengan negara yang lain yang sangat berbeda. Kondisi iklim, hasil bumi, dan letak geografis antar negara yang berbeda-beda akan menghasilkan produk yang berbeda. Faktor inilah yang sering terjadi dalam perdagangan internasional.
  2. Memperluas Pasar. Industri dalam negeri sudah mampu memenuhi kebutuhan negara tersebut. Apalagi jika ditunjang dengan permintaan yang semakin besar. Untuk memperoleh hasil produksi yang optimal maka dikembangkanlah pasar pemasaran barang. Selain di dalam negeri juga mulai merambah pasar luar negeri. Hal ini dapat terjadi jika produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang cukup dengan produk dari luar negeri.
  3. Perbedaan Teknologi yang digunakan. Perbedaan Teknologi akan menyebabkan perbedaan barang hasil produksi sehingga negara yang mempunyai tingkat teknologi yang tinggi dapat mengekspor barang dari negaranya ke negara yang membutuhkannya. Contoh: Jepang mengekspor mobil ke Indonesia karena Indonesia masih belum mempunyai teknologi dalam pembuatan mobil.
  4. Meningkatkan Pendapatan Negara. Setiap negara didunia menginginkan pendapatan negara atau devisa negara bertambah untuk meningkatkan kebutuhan dalam negeri. Dalam perdagangan internasional, pendapatan negara atau devisa negara akan bertambah jika suatu negara melakukan ekspor ke negara lain untuk memenuhi kebutuhan negara pengimpor dari pengekspor.




Sumber:
http://pandubudimulya.wordpress